Siapa yang kau sebut indah? Wanita yang memiliki rona merah di pipi, sinar memesona di mata, ataukah dia yang punya lukisan lentik di bibir tipisnya?.
Bukan, indah yang hakiki saat kau aku dan dia sama-sama berhasil menelanjangi alam, disitu keindahan yang tiada tara akan kau dapatkan.
......
Tak seperti kemarin, disapa dengan guyuran hujan yang tak berkesudahan, layaknya rindu yang menerpa aku dan dia. Kali ini cerah, secerah wajahnyat saat aku menatap dari kejauhan.
Melanjutkan perjalanan di jalan yang tak memiliki ujung ini, kupastikan mereka telah menaruh rasa tak sabar untuk sekedar melihat lukisan Tuhan yang maha sempurna itu, yaa mereka hanya datang untuk sekedar melihat keindahan ciptaan Tuhan, andai aku jadi mereka, tak perlu ku jauh-jauh jika hanya sekedar melihat keindahan, cukup saja aku menatapmu beberapa detik saja, karena kau juga adalah salah satu ciptaan Tuhan yang maha sempurna.
Sampai aku di tempat yang orang bilang duplikat dari Raja Ampat, mereka disambut dengan hamparan lautan biru, dengan sedikit warna hijau muda di pinggirannya, orang bilang itu pengaruh alga yang tumbuh liar, namun apapun alasannya satu kata ini luar biasa, ditambah dengan batu karang yang menjulang tinggi nan besar semakin menambah eksotisme laut ini. Jangan di tanya lagi jepretan demi jepretan kamera pula jadi saksi bisu keindahan tempat ini, tak berlebihan jika ku katakan tempat ini adalah serpihan surga yang jatuh kebumi.
Kulanjutkan perjalanan, kali ini menuju tempat yang terakhir kali kudatangi sekitar 2/3 tahun yang lalu, pantai Bira itulah namanya, pantai yang menjadi ikon wisata Bulukumba kini berubah wajah menjadi pantai yang tak punya daya tarik, hamparan pasir putihnya yang terkenal itu kini telah di nodai oleh tumpukan-tumpakan sampah, kuputuskan untuk tak banyak bercerita tentang tempat ini.
Sebelumnya, aku datangi tempat yang bisa di bilang sunyi, sangat pas bagi mereka yang sedang kasmaran, sangat pas bagi mereka dicumbu oleh asmara, sangat pas bagi mereka yang sedang memadu kasih. Sisi romantisme seseorang pasti akan berkeliaran bebas di tempat ini. Kupastikan batu, pasir putihnya bahkan lautan biru pun akan menyimpan rasa iri kepada mereka, sayangnya, akupun lupa bahwa aku datang hanya seorang diri, karena dia yang kuimpikan memang tak pernah nyata, sampai akhirnya pun batu dan pasir putih itu bahkan percik air malah seperti tertawa.