Kasih, Tuhan memang masih merahasiakan tentang siapa engkau?, Siapa namamu, bagaimana bentuk rupamu, atau bagaimana caramu menyapaku dengan senyummu dikala aku bangun pagi. Namun jauh hari sebelum itu, aku sudah merancang rumahku yang kelak juga jadi rumahmu, iya rumah kita.
Kasih, sengaja kubuat dua lantai dengan cat kombinasi hijau pink.
Dilantai satu, aku ingin kita habiskan waktu bersama dengan menonton tv, atau membantu anak kita menyelesaikan tugas sekolahnya, atau menyantap bersama makanan dari hasil masakan mu itu.
Dilantai dua, kuingin kita habiskan waktu bersama dengan menyerupuk kopi buatanmu, kalau kau tak suka kopi, teh panas pun tak masalah yang penting itu buatanmu. Atau kita duduk bersama di waktu malam dengan menikmati bintang bintang di atas langit sembari membicarakan perkembangan anak kita.
Kasih, sengaja pula kubuat halaman rumah kita lebih luas dari biasanya, agar anak anak kita nantinya bisa leluasa bermain.
Kasih, aku ingin pula ada pohon rindang di pojok halaman rumah kita, agar menjadi tempat berteduh saat mengawasi anak anak kita saat bermain, tak lupa pula kubuat ayunan di bawah pohon itu.
Kasih aku ingin rumah kita menjadi tempat yang sangat amat kita rindukan dikala kita bepergian.